Catat Rekor Tak Pernah Menang, Tira Persikabo Akhiri Kontrak dengan Rahmad Darmawan

Catat Rekor Tak Pernah Menang, Tira Persikabo Akhiri Kontrak dengan Rahmad Darmawan

Mohammad
Minggu, 01 Desember 2019

Bola.eMadura.com - Tira Persikabo memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan Rahmad Darmawan. Hal ini dikarenakan RD tidak mampu mengakhiri trend negatif Tira Persikabo selama 16 kali pertandingan berturut-turut.

Kepada CNNIndonesia.com, media officer Tira Persikabo, Nandanh Permana, memastikan pemutusan kontrak Rahmad Darmawan.

"Benar. Hari ini coach RD pagi tadi bertemu dengan manajemen. Lalu disepakati bahwa hari ini terakhir coach RD melatih PS Tira," kata Nandang dikutip bola.emadura.com dari CNN Indonesia, Jum'at (29/11/2019).

Tira Persikabo mencatat rekor tidak pernah menang sejak pekan ke-14 hingga pekan ke-29. Hal ini berbeda dengan sebelumnya, dimana Tira Persikabo sempat mencatat rekor tak terkalahkan selama 13 kali pertandingan sejak pekan pertama hingga pekan ke-13.

Anjloknya performa Tira Persikabo membuat pihak manajemen mengambil tindakan cepat. Sebelumnya, Laskar Padjadjaran sempat berada di posisi ke 3 klasemen. Tetapi sekarang, posisi Tira Persikabo terjun bebas ke posisi 12.

Seyogyanya, kontrak RD bersama Tira Persikabo baru akan berakhir pada akhir musim 2019 ini. Tetapi nampaknya pihak manajemen tidak mau ambil resiko dengan mempertahankan Rahmad Darmawan.

Rahmad menyatakan pihaknya memang mendapatkan evaluasi dari pihak manajemen pada Jum'at (29/11) pagi. Bersamaan dengam evaluasi tersebut, manajemen memutuskan mengakhiri kontrak denganya.
.
"Memang tadi pagi saya bertemu dengan manajemen dan kami ngobrol-ngobrol. Kemudian manajemen mengatakan bahwa mereka akan mengakhiri hubungan kerja dengan saya," jelas Rahmad dikutip dari goal.com.

Terkait pengganti RD, manajemen Tira Persikabo belum memutuskan siapa yang akan mengisi kursi pelatih. Kalau tidak merekrut pelatih baru, ada dua asisten pelatih yang ada saat ini dan bisa menjadi pilihan. Dua asisten pelatih tersebut ialah Miftahuddin dan Francis Wawengkang.