PSSI Tunjuk Yeyen Tumena sebagai Pelatih Sementara Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia dalam Laga Lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 -->

PSSI Tunjuk Yeyen Tumena sebagai Pelatih Sementara Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia dalam Laga Lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022

Unzilatur Rahmah
Sabtu, 16 November 2019

Logo PSSI
Bola.eMadura.com - Sebelumnya diberitakan, PSSI memutus kontrak Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia senior. Itu artinya, menjelang laga kontra Malaysia, Timnas Indonesia harus mengalami masa transisi pelatih.

Namun kini PSSI menunjuk Yeyen Tumena untuk melatih Timnas Indonesia untuk menghadapi Malaysia pada laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019) mendatang.

Joko Susilo dan Alan Haviludin yang berstatus sebagai asisten pelatih akan membantu Yeyen dalam menangani Skuad Garuda.

Melalui Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Soeantri, PSSI bahkan menyatakan sudah mendaftarkan Yeyen sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia dalam pertandingan melawan Timnas Malaysia.

"Jadi, Yeyen Tumena akan ikut pada sesi pre match dan post match press conference pertandingan," kata Cucu dilansir halaman resmi PSSI.

Yeyen Tumena merupakan pelatih sekaligus mantan pemain sepak bola Indonesia. Pria berusia 43 tahun ini seangkatan dengan pelatih Bima Sakti pada masanya.

Yeyen Tumena pernah memperkuat Timnas Indonesia U-16 (1993-1994) dan Timnas Indonesia senior (1996) dengan posisi sebagai pemain belakang.

Karirnya di dunia sepak bola dimulai sejak kecil sebagai pemain pelapis Tim PT. semen Padang senior. Pernah terpilih mengikuti proyek Primavera dan dikirim ke Italia.

Namun karir sepak bola pria kelahiran Padang ini menurun sejak mengalami cedera parah akibat berbenturan saat bermain. Saat itu, Yeyen Tumewa tengah bermain untuk Timnas Indonesia melawan Uni Emirat Arab dalam laga putaran final Piala Asia 1996.

Pasca non-aktif sebagai pemain sepak bola, Yeyen menjadi pengusaha sambil terus bergelut di dunia sepak bola Indonesia. Ia menjadi komentator, pelatih tim junior serta menjadi anggota dalam tim pencari bakat Badan Pembinaan dan Pengembangan Usia Muda.

Terkait nasib Simon, menurut manajer Timnas Indonesia Sumarji, Simon sebetulnya sudah berada di Malaysia sejak 13 Nopember. Tetapi ia datang hanya untuk memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia. Bukan sebagai pelatih.