Peringkat Denda Hingga Pertengahan Musim Liga 1 2019: Kata Pengamat, Denda Belum Efektif

Peringkat Denda Hingga Pertengahan Musim Liga 1 2019: Kata Pengamat, Denda Belum Efektif

Unzilatur Rahmah
Kamis, 05 September 2019

Logo Liga 1 2019
Bola.eMadura.com - Persebaya Surabaya menjadi klub yang paling sering berlangganan sanksi Komdis PSSI pada musim 2019 ini. Tercatat, tim yang memiliki pendukung setia Bonek ini harua membayar denda dengan total jumlah paling besad. Dilansir dari akun instagram Pengamat Sepak Bola, hingga pertengahan musim ini Manajemen Persebaya membayar total denda sebesar 1,225 Miliar rupiah.

Selanjutnya diikuti Persib Bandung dengan jumlah total denda sebesar 535 juta rupiah. Kemudian Arema FC dan PSS Sleman masing-masing 500 juta dan 350 juta rupiah.

Di Liga 2, Sriwijaya FC memegang posisi sanksi dengan denda tertinggi sebesar 175 juta rupiah. Kemudian diikuti Persik Kediri dan Persis Solo

Menurut pengamatan admin akun instagram Pengamat Sepak Bola tersebut, sanksi semacam ini belum efektif karena tidak menimbulkan efek jera sedikitpun.

Menurut admin, hampir di setiap sidang, selalu ada nama Persebaya Surabaya yang terkena sanksi. Penyebab utamanya ialah karena pelanggaran yang dilakukan supporter.

Dilihat secara kasat mata, jumlah tersebut memang cukup besar. Tetapi faktanya, Persebaya mendapatkan pemasukan jauh lebih besar.

Dalam hitungan kasar, pemasukan dari tiket penonton saja jauh melebihi itu. Anggap saja tiap pertandingan kandang asa 220 ribu penonton, lalu kalikam dengan harga tiket 50rb. Maka dalam 1 kali pertandingan kandang, ada pemasukan kotor sebesar sebesar Rp 11 M.

Dari penjualan tiket saja, sudah melebihi jumlah denda tersebut. Belum lagi pemasukan dari sponsor, penjualan store, subsidi, dan lain sebagainya.

Sehingga dengan sanksi berupa denda saja, dinilai belum cukup efektif. Beda lagi semisal klub mendapat sanksi pertandingan kandang tanpa penonton dalam kurun waktu tertentu. Ini terjadi kepada Madura United. Mungkin, penonton akan berpikir beberapa kali untuk melakukan pelanggaran yang merugikan klub.

Mengutip dari @akmalmarhali20 yang dilansir dari akun instagram Pengamat Sepak Bola, menurutnya, denda tersebut langsung akan lebih baik bila dikembalikan ke klub sebagai dana pembinaan dan edukasi supporter. Dengan edukasi, harapannya mereka tidak mengulang pelanggaran lagi.

Akun tersebut juga menuliskan, besaran denda yang diterima PSSI bukan tolok ukur keberhasilan Komdis PSSI. Komdis PSSI disebut berhasil apabila semakin sedikit jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh klub, panpel, pemain dan penonton.

Terkait dengan besaran denda, berikut ini daftar denda yang harus dibayarkan klub hingga pertengahan musim Liga 1 2019:


1. Persebaya Surabaya: Rp.1.225.000.000
2. Persib Bandung: Rp.535.0000.000
3. Arema FC : Rp. 500.000.000
4. PSS sleman : Rp. 350.000.000
5. Bali United : Rp.280.000.000
6. Madura United : Rp. 255.000.000
7. Semen Padang FC : Rp.250.000.000
8. PSIS Semarang : Rp. 175.000.000
9. Persela Lamongan : Rp. 125.000.000
10. Persija Jakarta : Rp. 125.000.000
11. Persipura Jayapura : Rp. 125.000.000
12. Barito Putera : Rp.50.000.000
13. Borneo FC : Rp.50.000.000
14. Tira Persikabo : Rp.50.000.000
15. PSM Makassar : Rp.50.000.000
16. Badak Lampung FC : Rp.50.000.000
17. Bhayangkara FC: Rp.0
18. kalteng Putera : Rp.0
Total                 : Rp. 4.195.000.000