Marak Pelemparan Bus, Wujud Fanatisme Buta Supporter Sepak Bola Indonesia

Marak Pelemparan Bus, Wujud Fanatisme Buta Supporter Sepak Bola Indonesia

Unzilatur Rahmah
Rabu, 18 September 2019

Akankah ini menjadi yang terakhir? 
Bola.eMadura.com - Sepak bola Indonesia kembali tercoreng akibat beberapa kasus pelemparan bus pemain. Kasus kekerasan di dunia sepak bola ini kian marak terjadi di Liga Indonesia musim ini.

Beberapa waktu lalu, Persija menjadi korban pelemparan batu oknum supporter tidak bertanggung jawab pada laga final Piala Indonesia. Saat itu, Persija bertandang ke markas PSM Makassar.

Usai kasus Persija, kasus pelemparan batu ke bus pemain menimpa Persiraja yang berkompetisi di di Liga 2. Kasus yang menimpa Persiraja bahkan terjadi hingga 2x.

Kali ini, kasus pelemparan batu menimpa Persib Bandung. Bus Persib diserang oleh sekelompok orang tak dikenal sebelum memasuki gerbang tol Sentul.

Kejadian ini terjadi pada Persib Bandung pasca melawan Tira Persikabo, Sabtu (14/09/2019). Para pemain bahkan menderita luka-luka akibat lemparan batu tersebut.

Kasus kekerasan semacam ini rupanya masih begitu menghantui sepak bola Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa masih banyak oknum supporter yang belum bisa bersikap bijaksana dalam menghadapi pertandingan.

Bila kekerasan ini masih belum berhenti, bukan tidak mungkin akan berakibat fatal pada sepak bola Indonesia. Akibat paling fatal ialah, pembekuan kembali PSSI sebagai federasi sepak bola Indonesia.

Tentu hal ini tidak kita inginkan. Karena kalau PSSI dibekukan, secara otomatis, Indonesia tidak bisa menyelenggarakan turnamen tahunan seperti Liga 1 dan Liga 2.