Hasil Evaluasi Pertengahan Musim Liga 1 2019

Hasil Evaluasi Pertengahan Musim Liga 1 2019

Unzilatur Rahmah
Selasa, 10 September 2019

Liga 1 2019
Bola.eMadura.com - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) bersama PT. Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan evaluasi terkait gelaran Liga 1 dan Liga 2 2019. Rapat evaluasi ini digelar di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta pada Rabu (06/09/2019).

Salah satu hal yang disoroti ialah terkait beberapa jadwal di putaran pertama yang tertunda.

“Kami memberi perhatian serius pada penundaan jadwal beberapa pertandingan yang meleset dari agenda kompetisi, sehingga berdampak buruk secara berantai pada jadwal selanjutnya. Selain itu juga terkait kuantitas dan kualitas wasit, serta titik lemah pada panitia pelaksana lokal,” kata ketua umum BOPI, Richard Sam Bera dilansir bola.net.

BOPI juga menyoroti sanksi yang diberikan PSSI terhadap klub yang melanggar. Meskipun urusan sanksi tersebut bukan bagian BOPI, Richard menilai, sanksi yang PSSI berikan belum memberikan efek jera.

“Sebaiknya Komisi Disiplin PSSI tidak hanya menjatuhkan denda, tapi bisa berubah hukuman lain lebih keras. Misalnya pengurangan poin pada klub yang melanggar,” ujar Richard.

Sayangnya, dalam rapat evaluasi tersebut, perwakilan dari PSSI tidak hadir tanpa keterangan.

Berikut ini hasil evaluasi paruh musim Liga 1 dan Liga 2 2019 yang dilakukan oleh BOPI bersama PT LIB dilansir dari akun instagram Pengamat Sepak Bola:

1. Wasit
Peningkatan kualitas wasit. Karena hingga saat ini, tak sedikit wasit yang melakukan salah dalam mengambil keputusan.

2. Jadwal
Jadwal pertandingan masih belum baik. Terlalu banyak penundaan pertandingan. Jadwal yang terlalu padat membuat stamina pemain terkuras.

3. Panpel
Lemahnya koordinasi LIB dengan Panpel menyebabkan beberapa laga tertunda. Semisal laga Badak Lampung FC menjamu Persela Lamongan yang ditunda. Padahal Persela sudah mendarat di Lampung. Hal ini terjadi juga pada pertandingan Arema vs Persebaya.

4. Komdis PSSI
BOPI meminta Komdis PSSI untuk memberikan sanksi yang lebih tegas kepada klub yang melakukan pelanggaran. Sanksi yang diberika tidak selalu fokus kepada denda uang. Melainkan sanksi yang bisa memberikan efek jera. Bahkan bila perlu, sanksi berupa pengurangan poin terhadap klub yang melanggar.