Sering Ditinggal Absen Pemain, Resiko Madura United Sebagai Tim Bertabur Bintang

Sering Ditinggal Absen Pemain, Resiko Madura United Sebagai Tim Bertabur Bintang

Unzilatur Rahmah
Rabu, 28 Agustus 2019

Via instagram Madura United
Bola.eMadura.com - Madura United menjadi tim yang cukup bersinar hingga akhir paruh musim 2019 ini. Laskar sape kerrab kini berada di peringkat ke-3 klasemen sementara Liga 1 2019, dengan perolehan poin 26.

Prestasi ini sebanding dengan fakta bahwa, Madura United merupakan tim bertabur bintang.

Madura United menjadi salah satu klub di Liga 1 2019 yang memiliki pemain papan atas Indonesia. Terbukti, Madura United menjadi tim yang paling banyak ditinggalkan pemainnya lantaran mendapat panggilan dari Timnas Indonesia.

Pada laga Madura United kontra Semen Padang FC yang dilangsungkan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan Pamekasan, pada Rabu (28/08/2019), setidaknya ada 7 pemain andalan Madura United yang akan absen.

Dilansir dari Tribun Madura, 7 pemain tersebut di antaranya ialah Marckho Sandy. Marckho terpaksa absen akibat akumulasi kartu kuning.

Selain itu, ada 4 pemain penting Madura United yang masih menjalani TC timnas Indonesia. 4 pemain tersebut ialah Andik Vermansah, Greg Nwokolo, Alberto Goncalves dan Zulfiandi.

Mereka bergabung dengan Timnas Indonesia dalam rangka kualifikasi Piala Dunia 2022.

Kiper muda Madura United, Satria Tama Hardianto, juga mengikuti TC Timnas Indonesia U-22 di Yogyakarta, 25-31 Agustus 2019.

Selain Satria, Kadek Raditya juga bergabung dengan Tim Garuda Muda. Kadek juga mengikuti pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia U-22 di Yogyakarta, 25-31 Agustus 2019.

Satria Tama dan Kadek Raditya dipanggil untuk pemusatan latihan dalam rangka persiapan SEA Games 2019.

Namun demikian, Rasiman selaku pelatih sementara Madura United menyatakan, dirinya hanya akan fokus pada pemain yang ada.

Kepergian pemain andalan demi memperjuangkan masa depan Timnas Indonesia, tidak boleh mempengaruhi performa tim.

Sebab menurutnya, setiap tim di Liga 1 2019 masih memiliki peluang yang sama untuk bangkit. Jadi bagi Rasiman, tidak ada tim yang bisa dianggap remeh.