Dilema Final dengan Sistem Home-Away, Bonek Ingin Stadion yang Netral

mobile-menu

Dilema Final dengan Sistem Home-Away, Bonek Ingin Stadion yang Netral

Unzilatur Rahmah
Minggu, 07 April 2019

Bonek Persebaya Surabaya
Bola.eMadura.com - Piala Presiden 2019 telah memasuki partai final. Dimana pada partai puncak ini, mempertemukan dua tim yang sama-sama berasal dari Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Persebaya Surabaya dan Arema FC merupakan dua tim dengan rivalitas yang tinggi. Setidaknya ada 4 tim lokal yang memiliki rivalitas sengit di kalangan supporternya. Selain Persebaya Surabaya vs Arema FC, juga ada Persija Jakarta vs Persib Bandung.

Siapa sangka bila final Piala Presiden 2019 ini justru mempertemukan kedua tim dengan rivalitas tinggi. Rasa was-was pun mulai menghantui pecinta sekaligus pemerhati sepak bola tanah air.

Terlebih, laga final Piala Presiden 2019 rencananya menggunakan sistem kandang-tandang atau home-away. Sangat dikhawatirkan kekerasan antar supporter kembali menodai sepak bola Indonesia pada laga Persebaya vs Arema FC nanti.

Final Piala Presiden leg pertama dijadwalkan pada Selasa, 9 April 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Sedangkan semifinal leg kedua dijadwalkan pada Jum’at, 12 April 2019 di Stadion Kanjuruhan Malang.

Kekhawatiran bahkan datang dari kelompok supporter Bonek, Agus Bimbim Tessy. Meski ia tidak ingin ada kerusuhan bila hasil pertandingan tidak sesuai keinginan kelompok suporter masing-masing tim. Agus Bimbim Tessy berharap venue puncak turnamen ini digelar di tempat netral.

"Kami inginnya cari tempat yang netral. Sebab yang ditakutkan bila home and away, pas pertandingan terakhir akan rusuh," ujar Agus Bimbim dilansir halaman pssi.org.

 Dia melanjutkan, bila Persebaya yang juara dan gelar juara tersebut didapatkan di kandang Arema, dikhawatirkan akan rusuh. Begitu juga sebaliknya kalau Arema menjadi juara.

"Menurut saya, home and away itu takutnya rusuh. Saya punya pikiran, kalau lolos ke final dan Persebaya main di Arema, lalu menjadi juara, pasti rusuh. Sedangkan kalau Arema yang jadi juara, dan mainnya di Bung Tomo, akan rusuh. Makanya saya minta tolong cari tempat netral untuk pertandingan final Arema vs Persebaya," ulasnya dikutip emadura dari situs resmi PSSI.