Ini Alasan AFF Suzuki Cup 2018 Menggunakan Sistem Tandang-Kandang

Ini Alasan AFF Suzuki Cup 2018 Menggunakan Sistem Tandang-Kandang

Unzilatur Rahmah
Kamis, 15 November 2018

AFF Suzuki Cup 2018
Bola.eMadura.com - AFF Suzuki Cup 2018 menjadi penutup musim sepak bola tahun ini. Jadwal laga final bahkan tepat di bulan akhir tahun 2018.

Piala AFF 2018 ini hadir dengan format berbeda. Pada musim AFF sebelumnya, menggunakan sistem penentuan tuan rumah. Sedangkan pada 2018 ini, laga group piala AFF 2018 menggunakan sistem tandang-kandang. Atau istilah kerennya, sistem half-around robin.

Dimana dua group masing-masing terisi 5 tim. Itu artinya, setiap tim akan melakoni 4 pertandingan selama fase group.

Setiap tim memiliki 2 laga tandang dan 2 laga kandang. Indonesia sendiri bertandang ke markas Singapura dan Thailand. Sedangkan laga kandang Indonesia, menghadapi Timnas Timor Leste dan Filipina.

Timnas Indonesia menggunakan stadion GBK untuk menjamu lawan. Namun berbeda dengan Timor Leste. Tim ini terpaksa menggunakan stadion bukan miliknya untuk laga kandang.

Penerapan sistem half-around robin ini bukan tanpa alasan. Menurut panitia piala AFF 2018, ini bertujuan untuk menyerap lebih banyak penonton ke stadion.

Sebab bila menggunakan sistem tuan rumah, tujuan tersebut akan sulit dicapai. Masyarakat pendukung tuan rumah hanya akan menonton pertandingan tim kesayangannya. Sedangkan pertandingan selain tim tuan rumah, bisa dipastikan sepi penonton.

Kalau menggunakan sistem tandang-kandang, setiap negara memiliki kesempatan untuk memperoleh dukungan langsung dari masyarakat. Sehingga penjualan tiket penonton di stadion pun diharapkan meningkat.

Untuk kita ketahui, AFF Suzuki Cup 2018 menggunakan sistem perolehan poin sebagai penentu utama kemenangan. Khususnya di pertandingan fase group. Bila poin sama, maka kemenangan akan ditentukan melalui akumulasi perolehan gol.