Gagal di 16 Besar, Ini Kerugian Pasca Kekalahan Timnas Sepak Bola Indonesia Asian Games 2018

Gagal di 16 Besar, Ini Kerugian Pasca Kekalahan Timnas Sepak Bola Indonesia Asian Games 2018

Aminullah
Kamis, 30 Agustus 2018

Bola.eMadura.com - Sebagaimana kita ketahui bersama, Timnas Sepak Bola Indonesia gagal menjadi juara Asian Games 2018. Langkah kesebelasan asuhan pelatih Luis Milla harus terhenti di babak 16 besar.

Indonesia kalah oleh Uni Emirat Arab setelah pertarungan sengit yang berakhir dengan drama adu pinalti. Banyak penonton supporter Timnas Indonesia yang kecewa akan kegagalan ini. Mengingat, Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Sebetulnya tanda-tanda kegagalan sudah bisa dibaca sejak babak group. Indonesia lolos dari fase group sebagai runner up.  Dengan 1 kali kekalahan melawan Palestina, cukup menjadi tanda bahwa Timnas Indonesia tidak cukup kuat pada Asian Games 2018 ini.

Padahal prestasi pemain Timnas U-23 dulunya cukup baik. Kita pasti ingat dengan prestasi Evan Dinan dkk saat berada di tim U-19. Mereka mampu menjadi runner up pada piala AFC. Sayangnya prestasi tersebut tidak cukup untuk meraih gelar juara pada Asian Games 2018.

Dengan kekalahan Timnas Indonesia di ajang Asian Games 2018, ada beberapa kerugian yang harus diperoleh beberapa pihak. Diantaranya sebagai berikut:

Gagal Jadi Juara
Impian untuk meraih medali di cabang olahraga sepak bola putra pupus sudah. Boro-boro medali emas, lolos ke perempat final saja tidak.

Hal ini menjadi satu kerugian bagi tim kesebelasan. Meski sekaligus harus menjadi pembelajaran berharga. Sebab kegagalan akan mendewasakan setiap mental pemain.

Asian Games 2018 Jadi Kurang Menarik
Cabang olahraga sepak bola menjadi semacam ‘wajah’ dari Asian Games 2018. Sebab sepak bola merupakan olahraga yang memiliki paling banyak penggemar di Indonesia.

Dengan kekalahan Timnas Indonesia, Asian Games 2018 menjadi kurang menarik. Meski Indonesia berada di posisi sebagai tuan rumah.

Ibarat sop, kurang garam dan penyedap. Jadi terasa hambar. Asian Games 2018 tanpa Timnas sepak bola Indonesia menjadi kurang menarik.

Stadion Menjadi Sepi Penonton
Kalau Indonesia sudah gagal, siapa lagi yang mau didukung. Apalagi kita tahu bahwa masyarakat Indonesia merupakan supporter yang cukup fanatik. Sekali Indonesia tetap Indonesia.

Rasanya tidak akan ada masyarakat Indonesia yang mau meramaikan stadion dengan harga mahal demi mendukung Timnas negara lain. Jadi dapat dipastikan bahwa kegagalan Timnas Indonesia akan membuat stadion menjadi sepi.

Panitia Gagal Meraup Keuntungan dari Penjualan Tiket
Diakui atau tidak, sepak bola merupakan cabang olahraga yang paling banyak menyumbangkan pemasukan dari penjualan tiket. Saat Timnas Indonesia bertanding, stadion selalu nyaris penuh.

Sepinya stadion menandakan bahwa tiket tidak terjual dalam jumlah banyak. Dengan harga rata-rata Rp.75.000 saja, panitia sudah meraup pemasukan lebih dari 9 M. Dengan jumlah penonton 133 ribu pada 5 laga Timnas Indonesia. Tidak termasuk tiket VIP, kategori B dan C.

Bila Indonesia mampu lolos ke partai final, dapat dipastikan bahwa harga tiket akan melonjak. Begitupun jumlah pembeliannya.

Sayangnya Timnas Indonesia gagal di babak 16 besar. Maka itu juga akan berimbas pada pembelian tiket. Panitia yang pasti mengalami kerugian cukup besar karena kegagalan Timnas Indonesia menuju partai final.