Mengenal Mamadou Samassa, Striker Baru Andalan Madura United

Mengenal Mamadou Samassa, Striker Baru Andalan Madura United

SAKERA MEDIA
Sabtu, 28 Juli 2018

Bola.eMadura.com - Melalui akun resminya, Madura United mengumumkan kedatangan striker baru mereka, Mamadou Samassa. Kehadiran pria berusia 32 tahun tersebut memang diharapkan mampu meningkatkan performa Laskar Sape Kerrab dan membawa mereka memenangi Liga I 2018. Apalagi saat ini, tim asuhan Gomez de Olievera tersebut harus puas menempati urutan kelima klasemen.

Di kompetisi Eropa, Samassa mempunyai track record yang patut dipertimbangkan. Striker bernomor punggung 21 ini sebelumnya sempat memperkuat Olympique Marseille di Liga Prancis sepanjang musim 2008 dan 2010. Kemudian, klub Liga Malaysia TFC II pun pernah merasakan permainan andal Samassa. Dengan sederet prestasi dan jam terbang tinggi, dia diharapkan menyumbang kekuatan dan semangat untuk Madura United.

Profil singkat Mamadou Samassa

Lahir di Montfermeil, Seine-Saint-Denis pada 1 Mei 1986, Mamadou Samassa adalah warga Perancis berdarah Senegal. Mulanya, dia bermain sebagai lead striker dan merupakan mantan anggota klub U-21 Prancis sebelum beralih ke klub sepak bola Mali.

Karier Samassa di dunia sepak bola dimulai saat bergabung dengan Red Star Paris. Tujuh tahun kemudian, dia menjadi bagian dari Le Mans Union Club 72, klub U-18 di Perancis.

Prestasi awal di Le Mans Union Club

Debut Samassa perlahan bersinar saat Le Mans menghadapi OGC Nice pada pertandingan pembuka sepanjang musim 2006-2007. Dengan kaus bernomor 19, Samassa sukses membawa kemenangan 1-0 melawan Nice dan mencetak gol perdananya pada pertandingan ketiga musim tersebut saat berhadapan dengan Valenciennes.

Dia terus menyumbang gol-gol menakjubkan, antara lain dua gol pada dua match melawan Sochaux dan total lima gol termasuk hasil pertandingan dengan CS Sedan Ardennes. Padahal saat itu, Samassa baru memasuki usia 20 tahun.

Ditransfer ke Olympique de Marseille

Perjuangan Samassa Le Mans berjalan hingga 2018. Setelah mengalami beberapa kali cedera dan melewatkan beberapa kali pertandingan, Samassa akhirnya ditransfer ke Olympique de Marseille pada 25 Agustus 2008.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Henri Legarda, presiden Le Mans, setelah mereka menemukan kesepakatan yang pantas. Marseille sendiri menganggap Samassa sebagai pengganti tepat Djibril Cissé dan mengontraknya selama lima tahun.

Bersama klub tersebut, Mamadou Samassa memulai debutnya pada 30 Agustus 2008 dengan melawan Sochaux dan membawa skor kemenangan 2-1. Namun, dibutuhkan waktu empat bulan baginya untuk mencetak gol pertama bagi Marseille.

Selain itu, performanya yang dinilai kurang memenuhi ekspektasi pun membuat Samassa dibanjiri kritik dari media lokal maupun pendukung Marseille. Pasalnya dari 32 pertandingan, Samassa hanya bisa menyumbang dua gol.

Meniti karier internasional

Setelah sempat mengisi jajaran pemain Valenciennes sepanjang musim 2009-2010, Samassa mulai menjajaki kariernya di ranah internasional. Pada awal 2009, misalnya, Samassa mengungkapkan bahwa dia akan mewakili Mali—negara asal orangtuanya—pada level senior.

Keputusan tersebut dia buat setelah mengunjungi Bamako bersama pelatih tim Stephen Keshi. Dia lantas menunggu hingga Mei sebelum berpartisipasi pada Piala Dunia Afrika Selatan pada 2010. Akan tetapi, Samassa baru muncul pada pertandingan melawan Benin dengan mencetak 1 gol dan menghasilkan permainan seri.

Selanjutnya, Samassa sempat membobol gawang pada African Cup of Nations 2013 melawan Kongo dengan hasil seri 1-1. Walau demikian, dia sukses menggondol medali perunggu pada turnamen tadi setelah membawa kemenangan 3-1 melawan Ghana. Rangkuman prestasi ini diharapkan bisa Samassa berikan untuk masa depan Madura United.