Di pundak Patrich, harapan Madura United menjadi juara ISC A digantungkan

Di pundak Patrich, harapan Madura United menjadi juara ISC A digantungkan

SAKERA MEDIA
Rabu, 30 November 2016

Bola.eMadura.com – Skor Madura United menurun, kegagalan Pablo Rodriguez Aracil menjaringkan gol di empat pekan beruntun sejak terakhir kali mencetak gol dalam kemenangan timnya atas Persib Bandung pada pekan ke-22 Indonesia Soccer Championship (ISC) A, menjadi titik balik perubahan lini serang Madura United.

Pelatih Madura United, Gomes D. Olivera, mulai menepikan peran sang topskor tim dan berpaling kepada Patrich Wanggai yang baru direkrut di putaran kedua. Berturut-turut sejak menumbangkan Persegres Gresik United dengan skor telak 4-1 pada pekan ke-27, eks punggawa timnas U-23 tersebut sukses mengunci satu tempat inti sejak menit pertama.

Sebenarnya, debut Patrich Wanggai berseragam loreng dibukukan saat timnya menghancurkan PS TNI dengan skor telak 4-1 pada pekan ke-19, namun saat itu dirinya hanya diberikan waktu 29 menit. Di laga tersebut, Patrich bahkan dicemooh suporter yang menilai dirinya kegemukan. Hal yang juga diakui sang peman saat itu.

“Saya sadar jika berat badan saya saat ini tergolong lebih gemuk. Makanya, ada beberapa program latihan khusus yang akan saya jalani. Saya target satu bulan sudah kembali ideal. Apalagi situasi tim disini sangat mendukung bagi saya untuk berkembang. Semua pemain saya lihat sama-sama mau bekerja keras baik di latihan dan di permainan,” janji Wanggai.

Namun secara perlahan, kengototan manajer Madura United, Haruna Soemitro, yang memang sejak lama mengincarnya berbuah manis. Bukan tanpa sebab, sang manajer telah melihat potensi sang pemain yang mampu menjelma menjadi predator gol bagi Karketu Dili FC hingga menyabet gelar topskor Liga Amadora Timor Leste edisi pertama dengan raihan 10 gol dari 14 pertandingan.

Penampilan impresif Patrich usai memberikan gol penyeimbang di menit akhir pertandingan saat menghadapi Bhayangkara FC, benar-benar membuka mata sang pelatih. Penempatan posisi, naluri membunuh serta kecepatan khas Papua menjadi andalan sang pemain untuk memberikan daya ledak berbeda.

Di pundak Patrich, harapan Madura United menjadi juara ISC A digantungkan. Bersama duo papua lainnya, Engelberd Sani dan Elthon Maran, Patrich membentuk trisula baru nan mematikan bagi laskar sape kerrab di empat laga sisa dimulai saat menghadapi Semen Padang, Kamis (1/12/2016) sore. Mampukah Madura United menjaga asa juara? (bolamdura.com)

Statistik Patrich Wanggai bersama Madura United

*Sumber : Tim Statistik Madura United

Gol: 2

Assist: 2

Menit Bermain: 390 menit

Jumlah laga: 7 laga (4 starting & 3 cadangan)



PS TNI

Duel Udara: 100% (1)

Intersep: (1)

Umpan: 100% (13 dari 13) – Pendek 10, Jauh 2, Kepala 1



Bhayangkara FC

Gol: 1

Total Tembakan: 3 (on target: 3)

Duel Udara: 100% (1)

Umpan: 50% (4 dari 8) – Sukses umpan pendek 2 dari 4, kepala 1 dari 2, terobosan 1 dari 2



Persegres Gresik United

Gol: 1

Assist: 1

Total Tembakan: 4 (on target: 1, off target: 3)

Tekel: 67% (2 dari 3)

Halauan: 1

Intersep: 1

Umpan: 100% (3 dari 3) – Sukses umpan pendek 3



Persija Jakarta

Assist: 1

Total Tembakan: 3 (off target: 3)

Tekel: 67% (4 dari 6)

Halauan: 1

Umpan: 78,95% (15 dari 19) – Sukses umpan pendek 13 dari 16, umpan kepala 1 dari 2, umpan terobosan 1 dari 1