Inilah Kronologi Saat Suporter Madura di Serang Aremania

Inilah Kronologi Saat Suporter Madura di Serang Aremania

SAKERA MEDIA
Senin, 05 September 2016

Penyerangan oleh Aremania kepada suporter Madura di Stadion Kanjuruhan, Malang © bolamadura.com
Bola.eMadura.com – Tim suporter Taretan Dhibik menggelar jumpa pers perihal penyerangan yang diduga dilakukan oleh Aremania di wilayah Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Dalam jumpa pers tersebut, Taretan Dhibik melalui juru bicara Sofyan Lubis menceritakan perihal penyerangan yang dilakukan oleh Aremania yang merusak bus milik suporter dan mobil pelatih.

Menurut Sofyan, provokasi oleh Aremania dimulai dari dalam stadion yang dilakukan oleh suporter yang berada di tribun selatan Stadion Kanjuruhan Malang dengan mengacungkan jari tengah.

“Sesaat setelah terjadinya gol balasan tim Madura United oleh Pablo, ada pelemparan botol yang dilakukan oknum Aremania,” ungkap Sofyan, Selasa (5/8/2016).

Kemudian terjadi pelemparan oleh Aremania dari Tribun Selatan dan Tribun Timur yang terjadi pada jeda babak pertama. Kondisi tersebut membuat Stadion Kanjuruhan Malang mencekam.

“Provokasi ini berlanjut saat kami dalam perjalanan pulang, sesaat setelah meninggalkan stadion, kami dikuntit oleh beberapa suporter berkaos Arema menggunakan sepeda motor,” imbuhnya.

Sambil menguntit, mereka meneriaki suporter Madura dengan kata-kata kasar yang diikuti pelemparan batu. Namun kejadian itu tidak mendapat reaksi dari aparat kepolisian yang melakukan pengawalan.

“Kejadian pelemparan batu ini terjadi sampai daerah Singosari, karena kesabaran kami sudah habis, maka kami berinisiatif untuk berhenti dan mengejar pelaku,” tambahnya.

Setelah dikejar oleh Suporter Madura, beberapa pelaku pelemparan berlari hingga ke rumah warga. Namun lagi-lagi tidak ada reaksi dari polisi yang melakukan pengawalan untuk menangkap pelaku pelemparan.


Sumber : bolamadura.com